Sabtu, 21 Mei 2011

Perubahan Harga

Sehubungan dengan perkembangan yang terjadi, maka kami sampaikan beberapa hal.
1. Telah banyak petani "jamur tiram" yang hadir di Palembang (kebanyakan sudah kondang dan punya produksi baglog > 6.000), tetapi demand (permintaan) belum kelihatan gejala peningkatan. Hal ini membuat penekanan yang berarti terhadap harga jual Jamur dari petani, sehingga dengan terpaksa ada penurunan harga jual.
2. Iklim / cuaca. Hal ini yang ikut membuat petani jamur tertekan karena iklim yang tidak mendukung, mengarah ke musim panas, sehingga produksi / tumbuhnya jamur kurang maksimal bahkan kurang optimal. Adanya ektra tenaga untuk mengurusinya.
3. Transport. Sempat ternjadnya antrian Truk di Penyebrangan selat Sunda ikut memperlabat jalur tansportasi.
4. Dari beberapa petani jamur palembang, banyak baglog yang miscelium-nya lemah alias tidak tumbuh. Hal ini prediksi sementara kami adalah lingkungan yang kurang mendukung pertumbuhan miscelium tersebut.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat.